Senin, 06 Mei 2019

Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

IPTEK DAN PERKEMBANGANNYA



1. Perkembangan IPTEK
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di indonesia berkembang dari tahun ke tahun sejak indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia pada masa penjajahan dipelopori dan diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada waktu itu masyarakat diperkenalkan pada persenjataan modern baik yang ringan maupun yang berat. Teknologi lain yang diperlihatkan dan digunakan oleh Belanda berupa kendaraan tempur dan alat-alat transportasi lainnya. Teknologi-teknologi tersebut berasal dari negara-negara di Eropa. Kemudian pemerintah kolonial Belanda menanamkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan di sekolah-sekolah maupun dengan cara penggunaan secara langsung kepada masyarakat di indonesia.

Setelah merdeka, perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didorong dengan terbukanya akses-akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Kemerdekaan menciptakan keadilan dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Mereka mempelajari sedikit demi sedikit di sekolah-sekolah yang sudah dibuka untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Dengan bekal pengetahuan ini kemudian masyarakat Indonesia melakukan berbagai inovasi dan eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia.

2. Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya
Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi ke dalam tiga kategori. 
1. Teknologi Tinggi (Hi–tech), yaitu suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru.
Contoh: komputer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi, dan sebagainya. 
Ciri-ciri teknologi ini adalah padat modal, didukung fasilitas riset dan pengembangannya, biaya perawatan tinggi, keterampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah. 

2. Teknologi Madya, yaitu suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri Teknologi Madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan Teknologi Madya ini bersifat setengah padat modal dan padat karya, unsur-unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan pekerjaannya tidak terlalu tinggi. 

3. Teknologi Tepat Guna, yaitu teknologi yang bercirikan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di negara-negara berkembang, karena dapat membantu perkembangan pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.

3. Peranan IPTEK dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya
     1. Bidang Ekonomi
a. Produksi, IPTEK dapat menunjang kegiatan produksi terutama kebutuhan akan mesin -mesinproduksi, bahan baku untuk produksi, dan bahan penolong untuk produksi.
b. Distribusi, IPTEK dapat memberikan kemudahan distribusi barang, dapat memperlancar distribusibarang, dan mempercepat barang sampai ke tangan konsumen.
c. Konsumsi, IPTEK dapat memberikan kemudahan konsumen dalam pemenuhan kebutuhan. Konsumen dengan cepat dan mudah memperoleh barang yang dibutuhkan.

     2. Bidang Sosial
a. Mudahnya berkomunikasi dengan orang – orang yang jarak jauh
b. Waktu dan biaya lebih efisien
c. Mempermudah mencari Informasi yang ingin diketahui serta menambah wawasan dan  
    pengetahuan
d. Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
e. Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima oleh 
    masyarakat.

     3. Bidang Budaya
a. Kita dapat mengetahui budaya – budaya yang ada di Negara – Negara lain
b. Teknologi yang ada dapat dikolaborasikan dengan budaya – budaya yang ada
c. Dapat menshare budaya yang ada di Negara masing – masing
d. Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi 
    globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

4Salah satu contoh perkembangan IPTEK
ØBidang informasi dan komunikasi
     Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari     kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
     1. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di     
         bumi bagian manapun melalui internet
     2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya  
         dengan melalui handphone. Komunikasi melalui telepon mengalami beberapa kali
         kemajuan. Pada mulanya telepon mempergunakan kawat sebagai sarana
         penghubungnya dan diperlukan orang sebagai operator. Kemudian ada telepon   
         otomatis yang tidak memerlukan operator. Sekarang orang dengan mudah dapat  
         berhubungan dengan telepon melalui satelit.





Referensi :


Jumat, 26 April 2019

(Revisi) MItos, contoh mitos beserta hikmahnya

MITOS


Mitos secara etimologi adalah sebuah tipe pembicaraan atau wicara (a type of speech). Mitos menurut substansinya merupakan hal yang menyesatkan, karena mitos adalah semacam wicara, segalanya dapat menjadi mitos hal itu disampaikan lewat wacana (discourse). Artinya mitos tidak didefinisikan dan diklaim oleh objek pesannya melainkan didefinisikan oleh cara penyampaian pesan.

ØContoh Mitos :

TELAGA WARNA

Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum juga dikaruniai keturunan. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Raja akhirnya memutuskan untuk pergi bertapa ke hutan. Di sana, beliau juga terus berdoa pada Yang Maha Kuasa agar memberikan seorang anak pada mereka. Doa mereka akhirnya terkabut, Raja dan Permaisuri dikaruniai seorang putri yang elok. Tak hanya mereka berdua yang gembira, seluruh rakyat juga bersuka cita menyambut kelahiran Putri. Raja dan Permaisuri menyayangi dan memanjakan putrinya. Segala keinginannya pasti dituruti.
         Tak terasa, Putri tumbuh menjadi gadis yang cantik. Sebentar lagi, dia akan berulang tahun ketujuh belas. Raja akan mengadakan pesta besar-besaran dan semua rakyat diundang ke pesta itu. Raja dan Permaisuri menyiapkan hadiah istimewa untuk Putri. Hadiah itu adalah kalung yang diuntai dari permata warna-warni. Kalung itu amat indah.
         Saat pesta berlangsung, Raja menyerahkan kalung itu. “Ini hadiah dari kami. Kau pasti menyukainya. Lihat, indah sekali bukan?” Raja pun bersiap mengalungkan kalung itu ke leher sang putri. Namun, di luar dugaan, Putri menolak mengenakan kalung itu. “Aku tak suka kalung ini, Ayah,” tolaknya.
         Raja dan Permaisuri saling berpandangan. Permaisuri lalu berusaha membujuk putrinya dengan lembut. Beliau mendekat dan hendak memakaikan kalung itu ke leher Putri.
         “Aku tidak mau! Aku tak suka kalung itu!” teriak sang Putri sambil menepis tangan Permaisuri. Tak sengaja, kalung itu pun terjatuh. Permatanya tercerai-berai berjatuhan di lantai. Rakyat yang hadir terpana melihat kejadian ini. Permaisuri amat sedih. Beliau lalu terduduk dan menangis.
         Mendengar tangisannya yang menyayat hari, beberapa wanita yang hadir di pesta itu ikut menangis. Para pria akhirnya juga turut menangis. Seluruh rakyat yang hadir menangis. Mereka sedih melihat tingkah laku Putri yang mereka sayangi.
         Tak disangka, air mata yang tumpah ke lantai berubah menjadi aliran air yang cukup deras dan menghanyutkan permata-mata yang berserakan di lantai. Air itu mengalir ke luar istana dan membentuk sebuah danau yang luas. Anehnya, air danau itu berwarna-warni seperti warna permata yang ada di kalung putri. Danau tersebut kini dikenal dengan nama Telaga Warna.

·     Hikmah / Pesan Moral :
Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah :
1.   Sabar dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Sebab, apa pun keputusan-Nya pasti mempunyai maksud baik untuk kita.
2.   Hargailah pemberian orang lain agar mereka senang. Jangan pernah mengecewakan mereka.


Daftar Pustaka :
Iskandar, D.S., & Lestari, R. (2016). Mitos jurnalisme. Jakarta : Penerbit Andi.
Kristiani, D. (2014). 100 cerita rakyat nusantara. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Sumbangsari, S. (2008). Kumpulan cerita rakyat nusantara. Jakarta: PT Wahyu Media
                                                      
Sumber :


(Revisi) Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar

MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR



vMATEMATIKA
·     Istilah Matematika berasal dari perkataan latin mathematicayang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematikeyang berarti “relating to learning”. Perkataan itu mempunyai akar kata mathemayang berarti pengetahuan atau ilmu. Perkataan mathematike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu matheneinyang artinya belajar (berfikir). Jadi, berdasarkan asal katanya, maka perkataan Matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (Suherman,dkk., 2003: 15-16).
·     Meskipun ada banyak pengertian Matematika yang dikemukakan oleh para ahli, namun pandangan-pandangan itu belum memberikan jawaban secara utuh yang dapat dipahami secara menyeluruh tentang apa Matematika itu. Menurut Courant & Robbin (Suherman dkk., 2003: 18) bahwa untuk dapat mengetahui apa matematika itu sebenarnya, seseorang harus mempelajari sendiri ilmu Matematika tersebut.
·     Dari sisi abstraksi Matematika, Romberg (1992: 775) melihat tiga ciri utama  Matematika, yaitu: Matematika disajikan dalam pola yang lebih ketat, Matematika berkembang dan digunakan lebih luas dari pada ilmu-ilmu lain, dan Matematika lebih terkonsentrasi pada konsep abstrak.


vIlmu Alamiah Dasar (IAD)
·     Susanto (2013:165) menyatakan bahwa Ilmu Alamiah Dasar atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang dalam Bahasa Inggris  disebut natural science, merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala di alam semesta, termasuk di muka bumi ini sehingga terbentuk konsep dan prinsip ilmu alam. Hakikat pembelajaran sains yang didefinisikan sebagai ilmu tentang alam yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan  Ilmu Pengetahuan Alam, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu: ilmu pengetahuan sebagai produk, proses, dan sikap.
·     Dari keriga komponen Ilmu Pengetahuan Alam ini, Sutrisno (dalam Susanto,2013:167) menambahkan bahwa IPA juga sebagai prosedur dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai teknologi. Akan tetapi, penambahan ini bersifat pengembangan dari ketiga komponen diatas, yaitu pengembangan prosedur dari proses, sedangkan pengembangan teknologi dari aplikasi konsep dan prinsip-prinsip Ilmu Pengetahuan Alam sebagai produk.
·     Sikap dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang dimaksud ialah sikap ilmiah. Jadi, dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar diharapkan dapat menumbuhkan sikap ilmiah seperti seorang ilmuwan. Adapun jenis-jenis sikap  yang dimaksud, yaitu sikap ingin tahu, percaya diri, jujur, tidak tergesa-gesa, dan objektif terhadap fakta.


Daftar Pustaka : 
Sriyanto, H.J. (2017). Mengobarkan api matematika. Sukabumi: CV Jejak.
Mugiyati. (2017). Jurnal pendidikan konvergensi. Jakarta: Sang Surya Media

Referensi :


Geografi Dalam Kehidupan Manusia

GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Ø Penyebaran Makhluk Hidup Dalam melihat penyebaran makhluk-makhluk hidup di muka bumi, fakta be...